i swear, i'm not coraline

sadly, bokuwa san-ji gen onna too hahahaha

(via redeyeshota)

scarletcoveredsnow:

I’m a Nijikon. Even though, people used to call me a Weeaboo, which is not true.
What type are you?~

i am a nijikon too~ pfffffft hahahaha

scarletcoveredsnow:

I’m a Nijikon. Even though, people used to call me a Weeaboo, which is not true.

What type are you?~

i am a nijikon too~ pfffffft hahahaha

“eh, eh nika yu!”, tangannya menunjuk ke kursi tempat duduk yang dilengkapi dengan meja kayu namun matanya tertuju antusias terhadap lawan bicara di depannya.

“iya ini kayu kok, trus apaan coba, masa gua harus bilang ini besi”, lawan bicara dihadapannya hanya menjawab dengan nada datar dan cengengesan.

_________________________________________________________________

Mungkin sebagian orang pernah mendengar jokes seperti diatas. Atau mungkin belum pernah mendengar jokes seperti itu? Yah jokes ini sih populernya pas jaman smp dan sma awal kalau untuk jaman saya. Biasanya jokes ini dilontarkan oleh seorang teman lawan jenis yang memang hobinya iseng dan sukanya ngegodain teman ceweknya di kelas. Tapi kenapa saya masih ingat jokes ini ? Karena percakapan diatas adalah hasil dari masa lalu saya dengan si pelaku yang selalu iseng melontarkan jokes ini ke anak-anak perempuan di tempat les. 

Nah, jokes tentang nikah-nikahan pas jaman smp-sma sih pasti dianggapnya bakal selintas angin lalu. Namanya juga anak masih bau kencur. Mikir buat sekolah aja kadang masih ribet, apalagi urusan nikah-nikahan. Beda konteksnya jika jokes tentang nikah ini diberlakukan saat dewasa. 

Ntah mungkin laki-laki itu terlalu kreatif atau memang usilnya yang kelewatan, kadang dalam satu geng, mereka sering sok-sokan mempasangkan si x dengan si y atau yang lainnya dengan cara dibercandai. Ya istilah kekiniannya nge-cie-ciein si x sama si y tanpa persetujuan dari kedua belah pihak. 

Masalahnya adalah, jika cie-ciean ini malah jadi gosip persiapan nikah yang jelas-jelas bahkan keduanya saja tidak tahu atau mungkin salah satu pihak yang menerima. Jelas, jokes seperti ini tidak lucu lagi. Apalagi beredar sampai ke teman di negeri seberang, korban pastinya sangat shock dengan adanya gosip seperti itu. Jokes itu jadi tidak lucu lagi jika sudah tersebar mnejadi gosip yang sepihak dan tidak benar adanya. 

Kasihan kan si x atau y yang nantinya malah tidak jadi nikah, dan tiba-tiba nikah dengan yang lainnya padahal teman-temannya iseng menjodohkan dia dengan cara yang norak. (*Tapi kalau jadi sih katanya berpahala, gatau deh ini bener atau gak).  Apalagi gosip tersebar luas di beberapa kalangan sampai ada ucapan pernikahan kepada si korban. tentunya hal ini sangat mengganggu bagi korban.

Jokes itu biasanya bertema dan memiliki waktu dan tempat tentunya, kalau temanya tentang nikah dan diucapkan di kalangan umur 20 something itu rasanya sudah tidak pas. apalagi kalau kejadiannya seperti kasus yang saya bahas ini. Korban pasti sangat marah (bahkan ngamuk) dan harus mengkonkonfirmasikan gosip ini ke banyak pihak untuk memperjelas realitanya. Jadi, berhati-hatilah saat  melontarkan jokes ke massa dan ke objek penderitanya, apalagi saat jokes ini adalah masalah sensitif seperti masalah pernikahan. Bisa-bisa korban lapor polisi atas tuduhan pencemaran nama baik dan lain-lain (becanda piss*). So, be wise with your jokes man. Kasihan kalau gosipin nikah tapi gajadi buat korban yang jelas-jelas malah belum ada ikatan sama sekali.

Anak sastra kimia upi, begitu jawabnya orang ini kalo ditanya jurusannya


*kata penutup sebuah bincang-bincang diskusi*


working class hero / the definitive lennon (pinjaman yang baru saja dikembalikan)

working class hero / the definitive lennon (pinjaman yang baru saja dikembalikan)

just be free!

Temen: eh gua sedih ni
Saya: move on oi. Orang indonesia ada 238 juta loh
Temen: iya sih. Etapi ki. Dari 238 juta itu yang gay berapa deh
Saya: hahaha iya ya. Makin banyak cowok yang gay ya
Temen: gay meraja lela sekarang. trus itu belom dikurang sama yang udah nikah plus aki-aki kan
Saya: ah udahlah. Itung aja ndiri hahaha

Ngomong-ngomong tentang jungkir balik, yang kebayang di imajinasi apaan coba? Kalo saya ngebayanginnya kaya orang meragain senam lantai handstand atau kayang dari atas ke bawah. Dari yang awalnya posisi kepala ada di atas bumi, akhirnya dalam kegiatan senam lantai tersebut posisi kepala bisa ada di tanah sampai isi dalemannya juga ikutan kebalik tanpa harus berceceran isinya keluar (*maaf lebay). Yabegitulah imajinasi saya kalau mendengar kata jungkir balik, pasti tiap orang akan beda deh. Nah ngomong-ngomong tentang jungkir balik ini, akhir ini dunia saya beneran lagi jungkir-balik parahnya. Banyak hal yang ga sesuai antara kenyataan yang dihadapi dan ekspektasi. Ya begitulah manusia, tiap orang pasti pernah melewati fase ini.

Tapi tentunya fase ini cuma intermezzo kok. Ga akan terlalu lama pasti. Senam lantai ini kan biasanya hanya dilakukan saat pelajaran olahraga (kalo saya mah). Sedang durasi maksimum ketahan yang ingin dicapai pun biasanya diketahui saat ujian praktek berlangsung saja. Yang tahan lebih lama pastinya nilainya akan lebih besar daripada yang handstand atau kayang hanya beberapa detik saja. Mungkin sama seperti hidup. Yang bertahan dari perputaran dan bangkit itulah yang memiliki poin banyak dari usahanya (telen aja analogi kacau saya). Nah. Yuk berdiri ki. Capek kan kalo handstand atau kayang kelamaan.

Tiap orang punya rezeki kebaikan yg berbeda2.. ada yg rezeki kebaikannya diem aja di rumah urus suami dan anak, ada yg rezeki kebaikannya sendirian belajar di luar negeri, ada yg rezeki kebaikannya kerja dan pulang malam terus… ada juga yg rezeki kebaikannya dijebloskan ke penjara karena…

Super reblog
Kalo rezeqi dimaknai pencapaian materi mah ga akan puas manusianya

Katanya orang Fe tabiatnya begini

Katanya orang Fe tabiatnya begini

themed by coryjohnny for tumblr